Minggu, 13 November 2011


UPAYA PEMBAHARUAN PEMBELAJARAN IPS DI INDONESIA
  • Kurikulum 1964
       IPS menggunakan istilah Pendidikan Kemasyarakatan
· Kelompok dasar (sejarah Indonesia & Geografi Indonesia)
· Bahasa Indonesia & Civics & kelp Cipta ( Sejarah Dunia & Geografi Dunia )
  • 1968 :
· Ada perubahan nama menjadi Pendidikan Kewargaan Negara ( ilmu bumi, sejarah, pengetahuan kewargaan Negara )
  • 1975
·  Ada mapel IPS yang termasuk dalam kelp pendidikan Akademis
·  PMP termasuk dalam kelp pendidikan Umum.
·  1980 muncul mapel PSPB ( sejenis dengan IPS / sejarah dan PMP )

  • 1994
·  Terjadi perubahan bahan kajian IPS sehingga menimbulkan pemisahan tujuan yang ingin dicapai
1.  SD
 Pengetahuan Sosial dan Sejarah
2. Sekolah Menengah
Geografi ,ekonomi, sosiologi, antropologi, tata Negara, dan sejarah.
  • Terdapat perbedaan antara kurikulum 1994 dan sebelumnya yaitu dalam : Metode dan Penilaian yang memberikan keleluasaan dan kekuasaan otonom pada guru.
  • Dalam pasal 37 UU Sisdiknas : IPS merupakan muatan wajib dal kurikulum SD dan Sekolah Menengah.
  • KEMAMPUAN BERPIKIR UNTUK SISWA SD

    •  Selain pendekatan inkuiri , pendekatan lain yang dikembangkan oleh Savage dan Amstrong  u/ mendorong siswa mengembangkan kemampuan berpikir dalam IPS :
    1. Kemampuan berpikir kreatif ( creative thinking )
    2. Berpikir kritis ( critical Thinking )
    3. Kemampuan memecahkan masalah ( problem solving )
    4. Kemampuan mengambil keputusan ( decision making )

    PENDEKATAN INKUIRI ( INQUIRI APPROACH )

    • Menggunakan pendekatan INDUKTIF ( khusus  ke umum )
    •  Langkah pembelajaran Inquiri menurut JOHN DEWEY
    1. Menggambarkan indicator – indicator masalah atau situasi
    2. Memberikan kemungkinan jawaban atau penjelasan
    3. Mengumpulkan bukti u/ menguji kebenaran jawaban / penjelasan
    4. Menguji kebenaran jawaban sesuai bukti yang terkumpul
    5. Merumuskan ksimpulan yang didukung bukti yang terbaik

    KECAKAPAN BERPIKIR KREATIF (  CREATIVE THINKING )

    • Berpikir kreatif membantu kita dalam menyesuaikan diri dengan perubahan
    • Salah satu teknik yang dikembangkan dalam berpikir kreatif : BRANSTORMING
    • Aturan teknik Branstorming :
    1. Siswa diberi focus masalah
    2. Siswa diminta mengemukakan pendapat secepat-cepatnya
    3. Semua ide diterima, siswa diperingatkan u/ tidak berkomentar dulu thd pendapat orang lain baik positif atau negative
    4. Guru menuliskan idea tau pendapat ( di papan tulis )
    5. Guru menghentikan mendorong siswa memberikan pendapat ketika jawaban siswa mulai lamban
    6. Diskusi umum u/ menyimpulkan pendapat

    KECAKAPAN BERPIKIR KRITIS ( CRITICAL THINKING )

    • Tujuannya : u/ menguji suatu pendapat atau ide
    • Bisa mendorong siswa u/ mengeluarkan ide baru
    • 1972, DUNN DAN DUNN memodifikasi teknik Brainstorming dengan keterampilan berpikir kritis , dengan langkah :
    1. Guru menentukan topic yang mendorong siswa berpikir ( cara memecahkan masalah yang paling tepat ) dengan pertanyaan
    2. Guru mengajukan pertanyaan berikutnya mengapa ide itu belum diterapkan . ( siswa telah mengungkapkan idenya ) ttg hal yang menghambat
    3. Guru merencanakan membantu siswa berpikir ( cara mengatasi hambatan )
    4. Guru meminta siswa memberikan kemungkinan jawaban itu dapat diterapkan thd masalah sebelumnya
    5. Siswa diminta mengambil keputusan ( apakah langkah pertama yang harus dilakukan dalam memecahkan masalah tadi )

    KETERAMPILAN MEMECAHKAN MASALAH                    ( PROBLEM SOLVING )

    • Langkah dalam  pembelajaran dengan teknik problem solving :
    1. Mengenali adanya masalah
    2. Mencri alternative pendekatan u/ memecahkan masalah itu
    3. Memilih dan menerapkan pendekatan
    4. Mencapai kesimpulan yang dapat dipertanggung jawabkan

    PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN ( DECISION MAKING PROCESS )

    • Langkah – langkah pendekatan decision making dalam pembelajaran :
    1. Mengenal persoalan atau masalah dasar
    2. Memberikan jawaban alternative
    3. Mendeskripsikan bukti yang mendukung setiap alternative
    4. Mengenal nilai yang tersirat pada alternative jawaban
    5. Mendeskripsikan kemungkinan akibat ketika memilih setiap alternative
    6. Membuat pilihan dari tiap alternative
    7. Mendeskripsikan bukti dan nilai yang digunakan dalam membuat pilihan 

    PENDEKATAN INKUIRI UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH

    • Tujuan utam inkuiri ilmu social adalah : memberikan kontribusi u/ para pengambil kebijakan dalam menghasilkan keputusan-keputusannya.
    •  
    MODEL INKUIRI SOSIAL

    1.  Perumusan Masalah ( problem formulation )
    · Syarat suatu masalah : lengkap, tepat, dapat diteliti
    · Rumusan masalah yang ilmiah biasanya menunjukkan hubungan antara variable.
    · Variable :
    a. Variable Independen ( bebas ) : variable yang dapat mengakibatkan perubahan pada variable lainnya
    b. Variable dependen ( tergantung ) : variable yang dipengaruhi akibat tindakan variable luar.
    2.  Perumusan Hipotesis ( formulation of Hypothesis )
    ·  Adalah : dugaan atau jawaban sementara u/ mengarahkan penelitian
    ·   Hipotesis harus ada kaitannya dengan rumsan masalah
    3.  Definisi Istilah ( Konseptualisasi )
    ·   Peneliti harus membuat batasan masalah dalam membuat definisi masalah agar tidak tidak terjadi perbedaan persepsi terhadap definisi konsep yang telah ditetapkan
    4.  Pengumpulan Data ( Collection of Data )
    ·  Dalam ilmu social para ilmuwan biasanya menggunakan tiga etode dalam analisis data :
    a. Eksperimen.
    Adalah situasi lab. Yang dikondisikan oleh peneliti u/ menentukan bagaimana variable-variabel itu saling berkaitan
    b. Survey sampel.
    Digunakan u/ mengumpulkan data.
    Sampel yang digunakan harus representative          ( mewakili )
    c. Studi kasus
    Digunakan apabila peneliti akan meneliti karakteristik dari satu unsure populasi.
    5.  Pengujian dan Analisis Data ( Evaluation and Analysis of Data )
    ·  Seorang peneliti harus berusaha menentukan kredibilitas dan kebermaknaan informasi yang dikumpulkan dengan menggunakan instrument yang telah teruji validitasnya agar data lebih terpercaya .
    6. Menguji Hipotesis u/ Memperoleh Generalisasi dan Teori
    ·  Banks ( 1979 : 56 ) : “teori-teori tersusun berdasarkan atas temuan dan penelitian sejumlah ilmuwan social , dan teori akan ditinggalkan setelah adanya sejumlah hasil penelitian ilmuwan social yang menemukan dalil – dalil yang tidak dapat dibuktikan “
    7.      Memulai Inkuiri Lagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar